FACEBOOK SALAH SATU BENTUK GLOBALISASI

Globalisasi sesungguhnya secara sederhana dipahami sebagai suat prose pengintegrasian ekonomi nasional bagi bangsa-bangsa ke dalam suatu sistem ekonomi global. Namun, jika ditinjau dariperjalan sejarah globalisasi adallah sebuah perjalanan yang sangat panjang perkemangan kapitalisme liberal yang secara teoritis telah dikembangkan oleh Adam Smith.
Globalisasi, menurut Thomas L Friedman, merupakan fenomena pasca-Perang Dingin yang tidak dapat dihindari. Runtuhnya tembok Berlin, tidak hanya simbol runtuhnya bangunan fisik perang dingin yang memisahkan manusia dengan manusia lainnya, tetapi juga nilai-nilai yang menyertainya. kita (sekarang) hidup di alam tanpa batas. Dahulu, ketika zaman perang dingin, musuh yang kita hadapi adalah yang berada di luar tembok kita. Sekarang, karena tembok-tembok itu telah runtuh, musuh-musuh kita itu telah berada di lingkungan kita, bahkan di antara kita.
Menurut Thomas L Friedman, globalisasi juga telah melahirkan superpower, supermarket dan super-empowered individual. Globalisasi, menurut Thomas L Friedman, mempunyai dimensi ideologi, yaitu kapitalisme, dimensi ekonomi, yaitu pasar bebas dan dimensi teknologi, yaitu teknologi informasi yang telah menyatukan dunia. Oleh karena itu, menurut Thomas L Fredman, kita harus mengenakan “baju” baru atau software yang cocok untuk dapat mengikuti arus globalisasi itu, yang ia katakan sebagai the golden straitjacket.
Friedman menegaskan apabila kita sudah melaksanakan prinsip-prinsip seperti: menghapus atau menurunkan segala tarif impor, menghapus segala hambatan investasi luar negeri membuka sistem perbankan dan telekomunikasinya bagi kepemilikan sektor swasta, dan sebagainya dengan ketat, maka kita akan cocok dengan the golden straitjacket itu. Dengan demikian, akan terjadi demokratisasi teknologi, demokratisasi keuangan dan demokratisasi untuk memperoleh informasi.
Sebagimana menurut Friedman, bahwa salah satu dari globalisasi adalah dimensi teknologi. Kehidupan manusia di masa sekarang banyak bergantung kepada teknologi. Teknologi Informasi (TI) yang kini berkembang amat pesat, tak bisa dipungkiri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap seluruh proses globalisasi ini. Mulai dari wahana TI yang paling sederhana berupa perangkat radio dan televisi, hingga internet dan telepon gengam dengan protokol aplikasi tanpa kabel (WAP), informasi mengalir dengan sangat cepat dan menyeruak ruang kesadaran banyak orang.
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membuat setiap orang diberikan kemudahan dalam berkomunikasi. Saat ini komunikasi tidak hanya dapat menggunakan hp untuk mengatasi ruang dan waktu. Ada media komunikasi yang lebih menarik dan yang sedang tren sejak tahun 2004 yang lalu. Media komunikasi tersebut adalah melalui jejaring sosial, yang salah satunya adalah facebook. Facebook adalah salah satu bentuk globalisasi.
Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook, Inc. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa ilmu komputer Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Dimana tujuannya adalah untuk akademisi Harvard. Namun kemudian meluas ke seluruh dunia. Pendapatannya dari facebook mencapai US$800 juta (perk. 2009).
Pengguna aktif facebook telah lebih mencapai 600 juta orang. Di Indonesia sendiri berdasarkan data http://www.checkfacebook.com. Indonesia Berada di Rangking Kedua Negara Pengguna Facebook Terbesar di Dunia dengan Jumlah Pengguna Sekitar 34.319.040 orang atau sekitar 5,67% dari Keseluruhan Pengguna Facebook di Dunia.

Dampak globalisasi tentunya memiliki keuntungan dan kerugian. Dari segi kelebihannya melalui facebook kita dapat berbagi dengan teman dan kerabat kita yang jaraknya jauh maupun dekat tanpa harus bertatap muka. Tidak menghabiskan banyak biaya karena facebook menyediakan layanan obrolan. Dan sebagai hiburan semata.
Ketika kita tidak mampu memanfaatkan facebook , tentunya akan berdampak buruk. Kita akan lupa waktu karena sibuk chatting/berbicara dengan teman/ bermain game online berjam-jam sehingga waktu kita terbuang dengan hal tidak penting. Selain itu ,akan banyak sekali pekerjaan kita yang tertunda karena kita menjadi ketergantungan dengan facebook. Akhirnya aktivitas kita setiap harinya hanya diisi dengan online di facebook. Dari segi psikologis pun, pikiran kita tidak akan lepas dengan jejaring sosial tersebut.
Selain itu juga, pemborosan pasti terjadi karena kita harus membayar layanan warung internet/ membeli pulsa di handphone untuk bisa mengakses layanan sosial. Walapun banyak operator yang memberikan kemudahan kepada para pelanggannya untuk dapat mengakses facebook sepuasnya (unlimitted) dengan biaya murah yaitu dengan adanya “sistem paket”.Sistem paket ini per harinya bisa mencapai 2ribu- 5ribu rupiah. Hal ini tentunya memberikan alasan untuk kita bebas berfacebook seharian. Pola konsumtif pun menjadi efek dari facebook. Munculnya toko online (onlineshop) dimana terjadi pasar bebas di facebook. Barang- barang import/bermerk yang tidak menjadi kebutuhan prioritas kita, kita beli hanya untuk gengsi/prestise. Kita diperbudak/ dipaksa untuk bisa ikut dengan perkembangan fashion/model-model baru.
Adapun strategi bagaimana memperkuat akar kebangsaan, kemampuan bangsa menghadapi era globalisasi, strategi memperkuat Indonesia sebagai negara kesatuan adalah sangat penting. Selanjutnya untuk memperkuat akar kebangsaan Indonesia, kita harus mampu menggali potensi dalam negeri di segala bidang. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sehingga dapat meciptakan sendiri jejaring sosial milik Indonesia. Dengan melakukan penyaringan (filter) apa saja teknologi yang perlu/ hanya menghabiskan waktu, dan tenaga saja.

Sumber:
Buku : Fakih, Mansour. 2001. Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Internet :
1. http://www.wikipedia.com
2. http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=900&coid=1&caid=24&gid=4, diakses 4Oktober 2011 , 12:10
3. http://borin.dagdigdug.com/tag/thomas-l-friedman/, diakses 4 Oktober 2011 , 12:10

This entry was published on May 30, 2012 at 7:50 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: